20 Nov, Wednesday
° C
Top

Terminal Baranangsiang Jadi Stasiun Akhir LRT di Kota Bogor

Dinamikabogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan untuk stasiun akhir Light Rail Transit (LRT), Terminal Baranangsiang. Rencananya, pembangunan akan laksanakan pada 2020 mendatang.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengatakan, dipilihnya Terminal Baranangsiang sebagai stasiun LRT akhir lantaran area tersebut sudah masuk dalam masterplan pembangunan Transit Oriented Development (TOD), sehingga ujung kereta api ringan itu harus berada di terminal.

“LRT kita perpanjang dari Cibubur ke Kota Bogor, dan dalam masterplan pembangunan TOD ada di Terminal Baranangsiang. Makanya stasiun akhirnya disana,” ujar Bambang kepada wartawan usai meninjau lokasi pembangunan depo dan perlintasan LRT bersama Dedie A Rachim pada Senin 15 Juli 2019.

Selain LRT, kata Bambang, feeder (angkutan pengumpan) juga harus direncanakan, sebab apabila tidak ditata dari sekarang akan menimbulkan kesemrawutan. Oleh karenanya perlu disinergikan jaringan transportasinya dari sekarang. 

Lebih lanjut kata Bambang, dalam pengembangan transportasi nantinya akan ada metrocapsule, tramway dan pengembangan wilayah Tanah Baru serta Stasiun Sukaresmi. “Jadi keberadaan LRT diharapkan akan mengurangi beban commuter line yang melayani 1,2 juta penumpang setiap hari. Sedangkan penambahan armada tak mungkin dilakukan,” imbuhnya.

Meski stasiun akhir LRT ada di Terminal Barangsiang, dijelaskan Bambang, takkan menghilangkan fungsi terminalnya. “Ya terminal kan tetap ada. TOD kan atasnya,” tuturnya. Ia juga menuturkan bahwa ditembuskannya proyek LRT ke Kota Bogor lantaran bangkitan massa yang bergerak di Jabodetabek mencapai Rp100 juta perhari, dan yang paling banyak berasal dari Bogor. 

Atas dasar itu, BPTJ membuat rencana induk yang diimplementasikan pada 2018 hingga 2029 yang disepakati tiga provinsi dan delapan kota. Tujuannya adalah untuk menggeaer kebiasaan masyarakat dsri kendaraan pribadi ke angkutan massal.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pemkot harus dapat memastikan lokasi stasiun akhir LRT apabila pembangunan trase kedua dilanjutkan, pemerintah mesti meminta BPTJ memberi masukan kepada Dirjen Perkeretaapian dan Dirjen Kekayaan Negara untuk segera memberikan gambaran terkait proyek LRT.

Dua wilayah lain di Kota Bogor diantaranya di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, yakni Kampung Salaawi bakal dijadikan depo LRT. Sedangkan Kampung sawah akan dibangun stasiun transit juga park and ride.

Dedie mengatakan kendati stasiun akhir LRT di Terminal Baranangsiang, tetapi pemerintah akan tetap duduk bareng dengan Setkab untuk menanyakan seputar Perpres Nomor 49 Tahun 2017 soal stasiun akhir kereta api ringan. “Pemkot harus ikut serta agar tidak terlambat dalam hal perencanaan dan kehilangan momentum menjadi kota modern,” katanya.

Lebih lanjut, kata Deddie, keberadaan LRT di Kota Bogor harus terintegerasi dengan moda transportasi massal lainnya. Sebab, rencananya pada 2020 Kota Bogor akan menerima 24 unit tram dari pemerintah Belanda. “Harus nyambung dengan LRT. Sebab, tahun depan kemungkinan sudah dikirim tramnya,” imbuhnya. (Haris)

What's your reaction?

Post a Comment