25 Aug, Sunday
° C
Top

Tekan Kemiskinan di Bogor Selatan, Camat Garap Potensi Wilayah

Dinamikabogor.com – Kecamatan Bogor Selatan terus berupaya guna menekan angka kemiskinan di wilayahnya yang merupakan kantong kemiskinan terbesar diantara lima kecamatan lainnya yang ada di Kota Bogor. Salahsatunya, diawali dengan pembenahan infrastruktur rumah yang layak huni bagi warga miskin. 

Atep Budiman yang baru mendapat amanat sebagai Camat Bogor Selatan mengatakan, sebelum mengambil langkah untuk solusinya, ia akan mengakurasi terlebih dulu data angka kemiskinan di wilayahnya agar jangan sampai tidak tetap sasaran. 

“Yang pasti solusinya, kita perlu akurasi dulu datanya, jadi jangan sampai angka 10 ribu itu ternyata miskin mental sehingga salah sasaran. Kalau pun berkolaborasi dengan APBD memang prosesnya panjang. Berdasarkan RPJMD 2019 – 2024 targetnya bisa sampai 20 ribu RTLH (rumah tidak layak huni),” ujar Atep, Kamis 11 Juli 2019.

Terkait program RTLH di Kecamatan Bogor Selatan, kata Atep, ada 3.000 unit yang saat ini diakomodir APBD Tahun Anggaran 2019. Bahkan, informasi yang didapat olehnya beberapa diantaranya sudah dalam proses pencairan dana RTLH. 

Untuk kedepannya, kata mantan camat Bogor Utara itu, pihaknya akan memetakan kembali data RTLH untuk kemudian menjadi skala prioritas agar jangan sampai ada rumah-rumah yang benar-benar tidak layak huni belum diintervensi oleh pemerintah. 

“Data base akan kita verifikasi dulu, kita akurasi, kita validasi, dan secara bertahap kita dorong sesuai kouta yang ada. Mudah-mudahan bisa kolaborasi juga dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR), jadi tidak mengandalkan APBD. Upaya kita salah satunya dari sisi infrastuktur rumahnya dulu,” tuturnya.

Lebih jauh dijelaskan olehnya, berbicara tentang kemiskinan bukan hanya di aspek rumah saja, akan tetapi masih banyak aspek lain yang berkontribusi juga sehingga warga masuk kategori miskin. Oleh karena itu, dirinya juga akan memetakan potensi-potensi yang ada di wilayah 16 kelurahan supaya warga itu bisa meningkatkan ekonomi secara mandiri. 

“Ada beberapa inovasi ekonomi yang sudah dijalankan, seperti di wilayah Kelurahan Mulyaharja yaitu Eko wisata dan teranyar Kampung Alpukat. Dan saya pikir di kelurahan lain bukan tidak ada potensi, kita akan garap juga, dipetakan terlebih dulu apa saja potensi yang bisa dikembangkan di 16 kelurahan,” paparnya.

Di tempat yang sama, mantan Camat Bogor Selatan, Sujatmiko Baliarto menyebutkan bahwa Bogor Selatan merupakan wilayah salah satunya kantong kemiskinan terbesar di Kota Bogor dan berdasarkan data yang diterimanya warga kategori miskin mencapai 10 ribu jiwa. Sementara, untuk warga dengan RTLH sebanyak 3.000 ribu unit. 

“Oleh karena itu, kita melihat RTLH ini menjadi prioritas. Sementara dari kemampuan anggaran terbatas, jadi RTLH secara bertahap menjadi upaya yang harus terus menerus diupayakan sampai lima tahun kedepan,” ujarnya seusai acara pisah sambut. 

Selain soal kemiskinan, lanjut Sujatmiko yang kini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil, secara karateristik Bogor Selatan juga merupakan wilayah berbukit dan berlembah, sehingga rawan bencana alam, di antaranya longsor, tebingan yang ambruk dan lain sebagainya terlebih di musim penghujan.

“Ini adalah aktifitas harian ketika hujan deras, selalu ada. Makanya pak camat harus ready terus 24 jam. Kita juga sudah membuat tim Siaga Bogor Selatan untuk terus monitor dan kita selalu kolaborasi dengan kewilayahan, dengan aparatur RT, RW, Babinmas, Babinsa, sehingga apapun yang terjadi sudah termonitor,” ucapnya. (Haris

What's your reaction?

Post a Comment