20 Sep, Friday
° C
Top

Serap Tenaga Kerja, Pemkot Bogor Dukung Industri Lokal

Dinamikabogor.com – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyempatkan diri mendatangi Industri Kecil Menengah (IKM) yang berada di Jalan Raya Cifor, Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor. Kedatangannya didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Ganjar Gunawan.

Kepada awak media, Dedie menyampaikan maksud kedatangannya bahwa ia ingin mendapatkan informasi sekaligus mengetahui langsung terkait perkembangan industri-industri yang ada di Kota Bogor.

“Kenapa saya perlu berkunjung? Karena di Kota Bogor ini ada instansi Disperindag. Jadi saya ingin ada informasi lebih akurat tentang industri yang ada di Kota Bogor dan sejauh mana perkembangannya,” terang Dedie, Selasa 21 Mei 2019.

Dari informasi yang diterimanya ternyata di Kota Bogor ini terdapat IKM yang sama memproduksi mesin-mesin pengolah kopi. Salahsatunya PD. Karya Mitra Usaha. Hasil kunjungannya, IKM ini telah menghasilkan produk-produk yang diserap oleh pasar di seluruh Indonesia.

“Ini artinya Kota Bogor cukup lengkap, industri ada, produksi (mesin pengolah kopi) ada, pengolahan kopinya berkembang. Kita akan lihat nanti industri-industri apa lagi yang memang perlu kita dorong, dikasih insentif mungkin, dipermudah izinnya dan lainnya. Karena ini menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Dedie, di PD. Karya Mitra Usaha selain memproduksi mesin pengolah kopi juga mesin insenerator mini. Namun alat pembakar sampah tersebut penggunaannya masih terbatas hanya di rumah sakit dan BPPOM sehingga kedepan perlu dikembangkan dalam bentuk mesin lebih besar untuk skala perkotaan.

“Ini mungkin bisa dimamfaatkan untuk pengelolaan sampah terpadu di PD Pasar Pakuan Jaya. Itu bisa dikembangkan dan dihibahkan satu unit ke Pemerintah Kota Bogor sehingga jadi percontohan sehingga daerah lain yang melihat bisa membeli mesin ini. Jadi ada simbiosis mutualisme, industri mendukung kebutuhan pemerintah, pemerintah mendukung industri,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disperindag, Ganjar Gunawan mengatakan bahwa Disperindag sejauh ini sedang membenahi database bidang perindustrian maupun perdagangan. Seperti bidang perindustrian pada PD. Karya Mitra Usaha yang masuk kategori IKM yang perlu didukung oleh Pemerintah Kota Bogor.

“Jadi kita sedang mapping dan serap keluhan-keluhan yang muncul saat ini seperti halnya terkait dengan perizinan OSS (Online Single Submission) yang belum terintegrasi dan terkait dengan zonasi dimana ada beberapa IKM yang izinnya tidak bisa keluar karena tata ruang berbeda, dulu IKM waktu dibangun masih masuk wilayah Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Oleh karenanya itu, lanjut Ganjar, instansinya mengambil upaya memberi saran dan masukan terkait zonasi dalam revisi Perda Tata Ruang yang sedang digodok oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Hal ini diharapkan menjadi win win solution guna mempertahankan keberadaan IKM yang telah masuk wilayah Kota Bogor.

“Karena banyak dari IKM-IKM kemarin mau hengkang keluar dari Kota Bogor dan mencari daerah baru padahal mereka sudah eksis sejak lama di Kota Bogor. Kita coba beri mereka pengertian, karena ini berdampak kepada hal lain misalnya tenaga kerja, kesejahteraan lingkungan sekitar dan pendapatan daerah. Ini yang sedang terus dikomunikasikan oleh Disperindag,” paparnya.

Sementara itu, Sales Manager PD Karya Mitra Usaha, Ronald Hutahaean menginginkan kedepannya industri di Kota Bogor lebih meningkat dan lebih dikenal masyarakat luas. Ia pun menerangkan bahwa produk yang paling banyak di pesan yaitu mesin pengolah kopi karena saat ini pemasaran kopi sedang meningkat. “Selain mesin pengolah kopi, kami juga membuat mesin pengolahan sampah, untuk kelapa dan hasil pertanian lainnya,” tukas Ronald. (Haris)

What's your reaction?

Post a Comment