27 Feb, Thursday
° C
Top

Saeful Bakhri : Kebijakan ‘Mengimpor’ ASN dapat Berimbas Negatif

Dinamikabogor.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memilih kebijakan impor untuk posisi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dari Kota Depok, yakni Deni Hendana. Kebijakan tersebut pun menuai sorotan berbagai pihak. Tak terkecuali dari DPRD Kota Hujan.

“Mengangkat pejabat dari luar daerah sebenarnya sah-sah saja. Namun, di sisi lain langkah itu juga bisa ditafsirkan sebagai ketidakpercayaan kepala daerah atas ASN di lingkungannya,” ujar Anggota DPRD Fraksi PPP, Saeful Bakhri kepada wartawan, Rabu (30/10).

Menurut dia, dengan penunjukan pejabat dari luar daerah, kepala daerah semakin melegitimasi bahwa kebijakan yang dilakukan tanpa adanya pertimbangan dari Baperjakat.

“Jadi semuanya hanya sebatas formalitas belaka. Yang jadi pertanyaan saya dengan kebijakan tersebut, pola pengembangan karir ASN lokal seperti apa ke depannya,” katanya.

Saeful menegaskan bahwa kebijakan ‘mengimpor’ ASN dapat berimbas negatif bagi pengembangan karir pegawai lokal. Apalagi, kata Saeful, ia mendapatkan informasi bila pejabat ‘impor’ tersebut sebelumnya tak mampu mencapai target kinerja di institusi sebelumnya. “Pertanyaannya kenapa diimpor kesini (Kota Bogor)? Apakah bisa membawa Kota Hujan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Bogor Bagus Maulana Muhammad yang menyatakan, jika penempatan pejabat baik eselon berapapun merupakan hak prerogatif kepala daerah. Kendati demikian, kata Bagus, pimpinan seharusnya bisa melihat track record sebelumnya.

“Dalam kasus ini, apakah walikota, wakil walikota, sekda serta jajaran lainnya menelisik hal seperti ini juga. Karena, tak tercapainya target di tempat sebelumnya dikhawatirkan terjadi di Kota Bogor di masa mendatang. Dan perlu diingat jika target-target sebelum kepala yang baru ini masuk selalu tercapai, bahkan melewati target. Jadi, kerjanya jangan leha-leha,” katanya.

(*/Redaksi)

What's your reaction?

Post a Comment