20 Sep, Friday
° C
Top

Mengintip Kampung Alpukat di Mulyaharja

Dinamikabogor.com – Kota Bogor kini memiliki Kampung Alpukat. Sudah seribu pohon alpukat yang ditanam dengan delapan varietas di atas lahan seluas 3,2 hektar. Seperti, di antaranya alpukat wina, kendil, miki, YM, pirte dan minnelli.

Tak hanya ditanami pohon alpukat, Kelompok Taruna Tani (KTT) Muara Jaya Tani selaku penggagas Kampung Alpukat juga melakukan pembibitan. Menariknya, bibit-bibit alpukat disediakan juga untuk ditanam oleh warga di setiap pekarangan rumah.

Koordinator KTT Muara Jaya Tani, Abdul Gofur mengatakan, bahwa Kampung Alpukat berawal dari sebuah perkebunan yang diperuntukan menghasilkan bibit dan buah alpukat berkualitas unggulan. Sekian waktu berjalan, pihaknya juga memperdayakan warga sekitar untuk tambahan ekonomi keluarga. 

“Untuk jenis pohon alpukat semuanya ada 10 varietas, hanya saja sekarang ini baru dikembangkan 8 varietas dengan masa usia taman ada yang 5 bulan sampai 2 tahun. Kita juga sudah produksi dan sambil berjalan menambah lokasi pembibitan,” terangnya.

Abdul bersyukur saat ini sudah terdapat dua lokasi pembibitan mulai biji hingga tumbuh pohon bahkan mengembangkan juga bibit durian. Untuk pemasaran sendiri, ia mengaku tak kesulitan karena pengepul yang mendatangi Kampung Alpukat. 

“Mereka (pengepul) yang datang ke sini karena memang hasil di sini kualitasnya unggulan. Mereka juga yang distribusikan sampai ke daerah-daerah di luar Bogor,” kata Abdul.

Kampung Alpukat yang terletak di Kampung Pabuaran Pasir RT03 RW10, Mulyaharja, Bogor Selatan ini diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada Kamis 27 Juni 2019. 

Acara peresmian dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Irwan Riyanto, Camat Bogor Selatan Atep Budiman beserta aparatur Kelurahan Mulyaharja dan KTT Muara Jaya Tani serta warga setempat. 

Dedie A Rachim berharap agar Kampung Alpukat bisa dikembangkan menjadi kawasan agri wisata. Sebab dirinya melihat untuk membuat suatu agri bisnis diperlukan lahan yang cukup besar apalagi Kampung Alpukat saat ini memanfaatkan lahan sewa.

Meski demikian, Dedie menyampaikan, ada beberapa pilihan konsep pertanian yang bisa digunakan untuk mengembangkan Kampung Alpukat ditengah keterbatasan lahan dengan melalui urban farming. 

“Cita-citanya di sini luar biasa ingin menjadikan Kampung Alpukat. Di sini bisa untuk pembibitan dan penanamannya bisa satu, dua pohon alpukat di setiap rumah. Tinggal nanti dinas pertanian dan kewilayahan bekerjasama untuk merumuskan konsepnya. Jika ini jadi, tiga, empat tahun lagi kita panen alpukat se-wilayah Mulyaharja,” tukasnya.

Sementara itu, Atep Budiman menyampaikan terimakasih kepada wakil wali kota yang telah menyempatkan datang dan bisa bertatap muka langsung dengan KTT Muara Jaya Tani dibawah binaan dinas pertanian. Ia juga berharap keberadaan Kampung Alpukat nanti bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. 

“Hadirnya kampung Alpukat di sini mudah-mudahan bisa memberi manfaat tidak hanya sekedar berinteraksi dengan alam, tetapi memberi nilai manfaat ekonomi juga memupuk kebersamaan warga,” tukasnya. (Haris)

What's your reaction?

Post a Comment