20 Nov, Wednesday
° C
Top

Kota Bogor Segera Kaji Perluasan Wilayah

Dinamikabogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencanangkan penambahan luas wilayah Kota Bogor dari saat ini 11.850 hektar dengan 68 kelurahan dan enam kecamatan. Wali Kota Bogor Bima Arya menilai perlu perluasan wilayah Kota Bogor salah satunya guna mendukung peningkatan jumlah penduduk kedepan. Namun, ia juga mengatakan rencana tersebut harus dikaji betul.

“Bogor itu kedepan makin padat, nanti penduduknya akan 1,5 juta jiwa. Daya dukung wilayah harus kuat. Jadi kita melakukan kajian untuk memekarkan wilayah kita,” kata Bima seusai berkantor di Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, Senin 15 Juli 2019. 

Sampai saat ini pihaknya belum menentukan wilayah mana saja dari Kabupaten Bogor yang akan masuk Kota Bogor. “Tapi wilayah mana saja, kita lakukan kajiannya oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Kebutuhannya? Belum ada gambaran. Nanti bicarakan juga dengan kabupaten,” katanya.

Menurut Bima, rencana ini sebagai ‘kunci’ bagi Pemkot Bogor jika pemekaran wilayah bisa dilaksanakan tahun depan. “Pemekaran wilayah tahun depan akan dibuka. Setelah itu dikunci. Nanti kalau misalnya yang lain memekarkan, kita nggak bisa. Jadi kita harus jalan duluan. Jangan sampai wilayah-wilayah itu dikunci dibentuk oleh daerah lain,” ujarnya.

Dijelaskan olehnya, Pemkot Bogor melalui Bappeda diperkirakan memiliki waktu satu tahun untuk mengkaji rencana tersebut. “Jadi sekarang saya minta untuk dilakukan kajian mana saja kebutuhan kita. (Paling cepat) kajian setahun lah,” tukasnya.

Sementara itu, kepada awak media, Kepala Bappeda Erna Hernawati mengemukakan, bahwa perluasan wilayah Kota Bogor sudah diwacanakan sejak dulu sebelum 1990. Dulu, Kota Bogor belum memiliki luas wilayah seperti sekarang ini, yakni 11.850 hektar. 

“Dulu (Kota Bogor) sudah enam kecamatan tapi luas wilayah waktu itu 2.168 hektar. Kemudian diminta (untuk perluasan wilayah) 50.000 hektar tapi hanya diberikan 9.666 hektar,” ungkap Erna.

Menurut dia, perluasan wilayah Kota Bogor sering adanya wacana di DPRD terkait pemekaran wilayah Kabupaten Bogor menjadi dua, kabupaten yang sekarang dengan Kabupaten Bogor Barat. “Jadi selagi ada wacana dan pembahasan di DPRD, masih terbuka, maka ada solusi dari pak wakil wali kota Bogor kepada gubernur bagaimana ada beberapa desa masuk ke Kota Bogor sebelum dijadikan kabupaten Bogor Barat,” tambahnya.

Pihak Bappeda sendiri sudah siap untuk melakukan kajian dan nanti akan bekerjasama dengan akademisi sesuai ahli dibidangnya. “Minggu depan dirapatkan, siapa berbuat apa. Persiapan Bappeda mulai peta dan aturan-aturan dari pusat tentang bagaimana untuk usulan pemekaran wilayah itu,” tukasnya.

Terpisah, Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bogor Hanafi mengatakan dengan luas wilayah Kota Bogor 11.850 hektar dan jumlah penduduk sudah mencapai 1.010.000 jiwa dianggap terlalu padat sementara volume pekerjaan cukup tinggi. 

Di Kota Bogor, sambung Hanafi, dari aspek pengamanan kepolisian sudah meningkatkan status dari tipe B ke A. Bahkan Kodim 0606/Kota Bogor sekarang sedang mengkaji terkait status sehingga nanti yang menjabat berpangkat kolonel. 

“Artinya apabila perluasan wilayah Kota Bogor memungkinkan tentu dilakukan dan ini melalui beberapa tahapan. Pertama adalah kajian sederhana dalam artian semangat kita adalah pelayanan kepada masyarakat. Kemudian aspek pembiayaan harus dihitung juga bilamana ada wilayah yang masuk ke kita terkait jalan, sarana prasarana fisik termasuk PDAM dan sebagainya,” tambahnya.

Tak hanya itu, masih kata Hanafi, rencana ini dikaji juga secara akademis dengan dimulai membentuk tim khusus. Selanjutnya, sosialisasi kepada masyarakat termasuk menyampaikan rencana tersebut kepada DPRD baik Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor dan itu mendapat persetujuan melalui rapat Paripurna. 

“Dan kita juga harus berkoordinasi dengan Pemkab Bogor, memungkinkan tidak memberikan wilayah-wilayah tertentu secara geografis atau apapun secara analisis mereka. Jadi tahapan yang dilalui masih panjang. Kita juga akan minta difasilitasi gubernur karena waktu perluasan wilayah Kota Bogor tahun 1995 mengacu ke PP 2/1995,” tandas Hanafi. (Haris

What's your reaction?

Post a Comment