25 Aug, Sunday
° C
Top

KemenPUPR Turunkan Tim Investigasi di Proyek Tol BORR

Dinamikabogor.com – Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan melakukan investigasi menyusul ambruknya salah satu balok penyangga (formwork/cetakan Pier Head) dalam proyek Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) seksi 3A. 

“Kita investigasi dulu. Kita dapat data-datanya kemudian kita olah, apakah karena kesalahan pemasangan atau apapun. Jadi setelah mendapat datanya secepatnya dibahas dalam rapat komite,” kata Anggota KKK, Lazuardi Nurdin kepada awak media, Rabu 10 Juli 2019 di lokasi kejadian. 

Dikatakan olehnya, pada prinsipnya investigasi yang dilakukan pihaknya bukan untuk mencari kesalahan, tapi bagaimana menemukan perbaikan supaya kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Ia mengaku sejauh ini belum dapat menyimpulkan terkait penyebabnya. 

“Kita belum tahu, kita investigasi dulu. Nanti baru. Tim (investigasi) terdiri dari tiga orang,” singkat Lazuardi.

Sementara itu, Direktur Operasi II PT. Pembangunan Perumahan (PP), Muhammad Toha Fauzi mengatakan, berdasarkan data yang diterima dan dipelajarinya, konstruksi tersebut sudah diperiksa oleh semua pihak. Bahkan, dirinya memastikan bahwa konstruksi dalam kondisi aman. 

“Saat ini kita lagi nunggu KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan), kira-kira apa penyebabnya, kita terbuka silahkan diperiksa. Tapi sampai sekarang belum kita temukan, karena saya cek sampai sekarang semuanya juga sesuai SOP,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, kata Toha, pihaknya juga menurunkan tim internal sambil menunggu hasil dari KKJTJ. “Tim internal kita juga sedang bekerja, dari hasil temuan itulah kita akan mereview untuk mengubah yang diperlukan,” tandasnya.

Seperti diwartakan, kejadian ambruk sekira pukul 05.15 WIB saat dilakukan pengecoran beton di pier 10 arah menuju Parung atau tepatnya depan perumahan Taman Sari Persada, Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dalam kejadian itu tak sampai menimbulkan korban jiwa. Adapun dua korban merupakan pekerja PT. PP yang mengalami luka ringan dalam perawatan di Rumah Sakit Hermina.

Proyek jalan tol elevated box girder sepanjang 2,85 KM menghubungkan ruas simpang Yasmin – Semplak dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan (PP). Proyek senilai Rp 1,5 triliun ini dilaksanakan selama 365 hari kalender yang dimulai sejak 21 Desember 2018 sampai 21 Desember 2019. (Haris)

What's your reaction?

Post a Comment