20 Sep, Friday
° C
Top

HJB 537: Ada Parade Peragaan Batik Bogor, Simak Jadwalnya…

Dinamikabogor.com – Peragaan busana dari pengrajin batik Bogor akan meramaikan acara Helaran Seni Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 537. Agenda tahunan yang dipusatkan di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor kali ini mengusung tema “Melalui Seni Budaya, Bogor Guyub dan Damai”.

Untuk menyukseskan acara tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan acara yang akan digelar pada Minggu 30 Juni 2019 ini.

Ketua Panitia HJB ke 537, Achsin Prasetyo menuturkan, acara Helaran Seni Budaya dimulai dengan start di Balai Kota pada pukul 07.00 WIB. Kemudian iring-iringan akan melewati Jalan Jendral Sudirman dan finish di Air Mancur.

“Untuk titik kumpulnya semua peserta di eks Gedung DPRD Kota Bogor,” katanya saat mengikuti briefing staf rutin di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa 25 Juni 2019.

Tari Rampak Kendang Wanoja akan membuka acara yang kemudian diikuti iring-iringan penari dan pasukan Kujang Pajajaran. Wali kota Bogor dan wakilnya, ketua DPRD serta untuk pimpinan Muspida lainnya akan berkuda, yang diikuti istri-istrinya dengan menaiki kereta kencana.

Selain itu, ada parade fashion show dari pengrajin Batik Bogor. Tak ketinggalan kepala OPD dan karyawannya mengikuti dengan memakai pakaian adat Sunda.

Begitu pula iring-iringan jampana perwakilan dari 6 kecamatan dengan melibatkan masyarakat perwakilan dari setiap kelurahan yang diikuti iring-iringan dari komunitas dan sanggar.

“Khusus untuk kepala dinas, sekretaris dan kepala bidang menggunakan pakaian adat nusantara,” tambah Achsin.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil evaluasi dan arahan dari wali kota bahwa untuk penyelenggaraan Helaran Seni Budaya harus mengedepankan kualitasnya bukan kuantitasnya.

“Jadi peserta kami batasi estimasi hanya 40 grup (25 dari sanggar dan seniman, 15 grup OPD) agar rangkaiannya tidak terlalu panjang,” katanya.

Sementara mengenai rekayasa lalu lintas sepanjang jalan Ir. H. Juanda tidak ada penutupan jalan dan Car Free Day (CFD) tetap dilaksanakan. Untuk pemasangan panggung utama berada di tengah jalan, tepatnya di jalan Jendral Sudirman atau depan Museum PETA.

Achsin mengatakan bahwa untuk tahun ini tidak diperkenankan menggunakan mobil hias. Akan tetapi masih ada iring-iringan kuda dan kereta kencana serta parade fashion show dari pengrajin batik Bogor.

“Diharapkan tahun ini acaranya lebih nyaman disaksikan para wisatawan atau pengunjung dan kegiatan ini harus didesain sebagai simbol kebersamaan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat berharap acara ini bisa berjalan dengan lancar. Acara ini juga sekaligus bisa menjadi ajang promosi dan memperkenalkan budaya Bogor kepada masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Bogor.

“Saya ingin helaran HJB ini memiliki dimensi lebih, tidak hanya sekedar SPJ. Kami ingin mendatangkan wisatawan datang ke Kota Bogor untuk menginap dan makan sehingga pajaknya menambah PAD Kota Bogor,” katanya.

Terlebih, kata Ade, Pemkot Bogor menargetkan tahun 2019 dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1 Triliun yang sementara ini baru tercapai Rp 944 miliar atau kurang Rp 56 miliar. Untuk itu, sambung Ade, harus ada upaya untuk meningkatkannya, termasuk di BUMD melalui program dan inovasinya.

“Rp 56 Miliar itu sangat memungkinkan kita peroleh, dari sektor pajak dan retribusi dimaksimalkan, termasuk di RSUD Kota Bogor,” tukasnya. (*/Sof)

What's your reaction?

Post a Comment