15 Oct, Tuesday
° C
Top

Belum Sebulan Menjabat, Elisa Adam Gandeng Desa dan Kecamatan Target 593 Ribu Penunggak BPJS

Dinamikabogor.com, Cibinong – Baru menjabat selama tiga minggu sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Bogor, dokter Elisa Adam langsung bergerak cepat mengatasi berbagai kendala yang ada di wilayah bumi tegar beriman tersebut. Sedikitnya, 253 ribu Kepala Keluarga (KK) belum melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Langkah yang akan dilakukannya, adalah dengan menggandeng pihak kecamatan beserta perangkat desa yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Terutama kecamatan atau wilayah desa yang dinilai banyak peserta yang belum membayar iuran BPJS Kesehatan.

Data yang dimiliki BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor, ada 3 desa di Kecamatan Nanggung dengan jumlah terbesar penunggak iuran kepesertaan BPJS.

“Paling besar Desa Nanggung, kita sudah silaturahmi ke Pak Camat dan Sekdes Desa Nanggung,” terang Elisa kepada wartawan, Rabu (25/09/2019).

Jika dihitung jiwa, sebanyak 593 ribu orang terdata belum menyelesaikan iuran BPJS Kesehatan. Belum lagi, terdapat indikasi peserta ganda dan peserta yang sudah meninggal belum dilaporkan dari jumlah tersebut. Untuk yang terindikasi kepesertaan ganda, BPJS Kesehatan telah tersystem dengan perekaman E-KTP.

Sehingga, masih kata Elisa, jika yang bersangkutan sudah melakukan perekaman KTP Elektronik dan telah membayar iuran serta memverifikasi ulang kepada BPJS Kesehatan, maka kepesertaan ganda akan terbaca pada system terpadu BPJS dan kartu kembali aktif.

“Ada 253 ribu KK yang menunggak. Secara jiwa 593 ribu. Jadi kami akan kerjasama dengan desa-desa terutama desa peserta yang menunggak besar. Sosialisasi penagihan iuran juga karena harus ada kerjasama dengan pihak desa,” terang dokter cantik tersebut.

Saat ini, pihaknya telah melakukan analisa dan terjun langsung ke kecamatan serta desa terkait sehingga BPJS Kesehatan dapat bersentuhan langsung dengan para peserta untuk melakukan imbauan sekaligus kendala yang dihadapi para peserta dalam membayarkan iuran.

“Dengan menggandeng pihak desa, aparat desa diharapkan akan lebih bisa proaktif mengingatkan kepada warganya,” harap Elisa.

(EDWIN SUWANDANA)

What's your reaction?

Post a Comment