20 Nov, Wednesday
° C
Top

Antisipasi Penyakit Chikungunya, Bupati Intruksikan Petugas Kesehatan Meningkatkan Kewaspadaan

Dinamikabogor.com, Cibinong – Mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus penyakit Chikungunya yang disebabkan oleh virus dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti di perubahan musim ini, Bupati Bogor Ade Yasin langsung responshif. Hal itu terlihat dengan mengintruksikan kepada seluruh kepala Pusksesmas se Kabupaten Bogor, agar para petugas Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2BB), surveilans serta petugas Kesling dan Promkes lebih meningkatkan kewaspadaan dini penyakit chikungunya tersebut.

Menurut Ade Yasin, sehubungan dengan perubahan musim yang dapat menimbulkan tempat-tempat perindukan nyamuk dan berpotensi terjadinya peningkatan kasus penyakit chikungunya, maka diperlukan langkah langkah strategis dan teknis sebagai upaya antisipasi terhadap pencegahan serta pengendalian agar masyarakat tidak terjangkit virus tersebut.

“Saya minta kepada petugas kesehatan aktif dan melakukan penanganan kasus chikungunya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sesuai dengan peraturan, segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan melaporkan kasus yang ditemukan,” ujarnya kepada wartawan.

Bupati menegaskan, petugas Kesling dan Promkes di Puskesmas agar mengaktifkan kader jumantik untuk melaksankan pemeriksaan jentik berkala minimal 20 rumah setiap hari di masing-masing RW terutama untuk daerah endemis. Selain itu, mendorong pelaksanaan PSN di wilayah yang memiliki ABJ rendah dan melaporkan lokasi serta volume kegiatan di wilayah Puskesmas.

“Bagi petugas Promkes agar memanfaatkan forum-forum yang ada di wilayahnya untuk melaksanakan sosialisasi upaya pencegahan dan penanganan kasus Chikungunya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.

Ade Yasin mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinkes telah melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit Chikungunya.

Adapun upaya yang telah dilakukan, lanjut Bupati Bogor, yakni dengan melakukan upaya promotif artinya penyuluhan pada masyarakat agar menjaga lingkungan dan berprilaku sehat, serta menganjurkan berobat ke puskesmas terdekat.

“Untuk upaya preventif, yakni pemberantasan sarang nyamuk PSN melalui gerakan 3M (Menguras, menutup dan mendaur ulang), penyelidikan epidemiologi, pemberian larvasida dan pengasapan,” paparnya.

Bupati Bogor menjelaskan, adapun upaya kuratif yakni membuka posko kesehatan di Desa Pasarean dan pelayanan di Puskesmas, kunjungan ke rumah penderita oleh petugas Puskesmas, kemudian rehabilitatif yaitu kontrol penderita ke layanan kesehatan.

“Kita akan membuat surat edaran ke seluruh Puskesmas dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus penyakit chikungunya. Mengaktifkan kader jumantik, baik di rumah dan tempat tempat umum serta berkoordinasi dengan lintas sektor terkait dan tim investigasi telah melakukan kunjungan ke rumah korban Chikungunya,” tukas Ade Yasin.

DEDE BORIS

What's your reaction?

Post a Comment